Tugas Praktikum Ke-4 MK. Pengembangan Masyarakat

Topik: Pemberdayaan Komunitas dan Partisipasi Stakeholder

TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM BERLANGSUNG

A. TUGAS

  1. Tugas praktikum ini adalah tugas individu.
  2. Tugas praktikum adalah mencatat materi kuliah topik 5 dengan mencermati poin-poin dan ilustrasi penting yang disampaikan oleh dosen dan menuliskannya secara lengkap dan jelas.
  3. Tugas praktikum ini dikumpulkan setelah praktikum berakhir.

B. BAHAN

Materi kuliah topik 5 : Pemberdayaan Komunitas dan Partisipasi Stakeholder

C. FORMAT PENULISAN

  1. Tugas ditulis pada kertas folio bergaris.
  2. Format penulisan bebas sesuai dengan kreativitas masing-masing praktikan. Continue reading

CSR dan Pembangunan Berkelanjutan

[Mahmudi Siwi - FEMA IPB - Bogor]. Corporate Social Responsibility (CSR) yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai tanggungjawab sosial perusahaan memiliki berbagai definisi dan dimensi. Mengenai definisi dan dimensi CSR dapat dilihat pada artikel saya sebelumnya. Pada kali ini saya ingin membahas hubungan CSR dengan pembangunan berkelanjutan.

Jika mengamati perkembangan CSR maka kita akan mengetahui bahwa lahirnya CSR merupakan kritik terhadap pengelolaan bisnis perusahaan yang sangat “tamak” sehingga tidak memperdulikan aspek keberlanjutan. Dorongan untuk menjaga sumberdaya alam agar tetap berkelanjutan merupakan inti dari penerapan CSR. Continue reading

Memahami Konsep Partisipasi

[Mahmudi Siwi - FEMA IPB - Bogor]. Partisipasi telah menjadi jargon dalam proses pembangunan sejak lama. Namun apakah kita memahami apa yang dimaksud dengan partisipasi? Pada tulisan ini saya mencoba merangkum konsep partisipasi menurut berbagai ahli.

Sajogyo (1999) menjelaskan partisipasi dalam 3 hal, yaitu (1) Peluang ikut melaksanakan kebijaksanaan pembangunan; (2) Peluang ikut melaksanakan rencana pembangunan; (3)Peluang ikut menilai hasil pembangunan. Sedangkan Cohen dan Uphoff (1997) menjelaskan partisipasi dalam 4 (empat) indikator yaitu (1) Keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan keputusan; (2) Keterlibatan dalam pelaksanaan program; (3) Berbagi manfaat dari program; (4) Keterlibatan dalam evaluasi progam. Continue reading

Politik dalam Kajian Sosiologi

[Mahmudi Siwi - FEMA IPB - Bogor]. Pada artikel sebelumnya yang membahas komunitas dan masyarakat dalam perspektif sosiologi, kali ini akan dibahas kajian politik dalam perspektif sosiologi. Penulis memahasi bahwa kajian politik dalam perspektif sosiologi merujuk pada konsep dasar sosiologi yakni kekuasaan dan kewenangan.

Damsar (2010) menjelaskan bahwa politik dalam kajian sosiologi dapat dirumuskan batasannya dengan dua cara. Pertama, politik dirumuskan batasannya sebagai suatu kajian yang mempelajari hubungan antara masyarakat, yang didalamnya terjadi interaksi sosial, dengan politik. Dalam hubungan tersebut, bisa dilihat bagaimana masyarakat mempengaruhi politik. Juga sebaliknya, bagaimana politik mempengaruhi masyarakat. Dengan pemaknaaan konsep tersebut, maka politik dalam kajian sosiologi ditujukan untuk mengkaji masyarakat, yang didalamnya terdapat proses dan pola interaksi sosial, dalam hubungannya dengan politik. Hubungan dilihat dalam sisi saling pengaruh memengaruhi. Masyarakat sebagai realitas eksternal-objektif akan menuntun individu dalam melakukan kegiatan politik seperti apa saja yang boleh dipolitikkan, bagaimana melakukannya, dan dimana politik boleh dilakukan. Tuntunan tersebut biasanya berasal dari norma, etika, adat dan hukum yang berkembang dalam masyarakat.

Kedua, politik dalam kajian sosiologi didefinisikan sebagai pendekatan sosiologis yang diterapkan pada fenomena politik (Damsar 2010). Oleh karena itu, dalam kajian sosiologi, fenomena politik dilihat sebagai aktivitas yang berkaitan dengan proses dan sistem politik, yang didalamnya terdapat kekuasaan (power), kewenangan (aouthority), kehidupan publik (public life), pemerintahan (government), negara (state), konflik dan resolusi konflik (conflict dan conflict resolution), kebijakan (policy), pengambilan keputusan (decisonmaking), dan pembagian (distrubution) atau alokasi (allocation).

Memahami Konsep Alienasi

[Mahmudi Siwi - FEMA IPB - Bogor] Alienasi dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai keterasingan. Tokoh sosiologi yang mengetengahkan konsep ini adalah Karl Marx. Menurut Marx, alienasi merupakan proses historis dimana manusia semakin terasing dari alam dan produk dari aktivitas mereka sendiri yang kemudian oleh generasi selanjutnya dipandang sebagai kekuatan yang lepas dan tertindas, yakni realitas yang teralienasi. Padangan ini didasarkan pada dampak dari proses produksi dalam industri kapitalis.

Pandangan kedua tentang alienasi adalah sebuah gambaran tentang perasaan terasing dari masyarakat, kelompok, kultur, atau diri sendiri yang umumnya dirasakan oleh orang yang tinggal di masyarakat industrial yang kompleks, terutama kota besar. Continue reading