Kelembagaan, Organisasi dan Kepemimpinan: Pengendalian Organisasi

Etzioni (1982): tiga kategori sarana pengendalian (basis otoritas organisasi):

  1. Sarana fisik yang memaksa (seperti penggunaan senjata, penjara)  –> coersive-authority;
  2. Ganjaran material –> utilitarian authority;
  3. Simbol-simbol (ganjaran nilai) –> normative authority
    • organisasi dapat menerapkan lebih dari satu sarana pengendalianàtekanan ada pada satu sarana
    • Yang paling mampu menumbuhkan tanggung-jawab menurut Etzioni: sarana pengendalian simbolik, utilitarian dan terakhir adalah koersif (coersive)

Selengkapnya: PB 04 Kelembagaan, Organisasi dan Kepemimpinan: Pengendalian Organisasi

Struktural Fungsional dan Perubahan Sosial

Asumsi dasar pendekatan struktural fungsional dalam perubahan sosial adalah sebagai berikut:

  • Masyarakat terintegrasi di atas dasar kesepakatan para warganya mengenai nilai-nilai kemasyarakatan (general agreements) yang memiliki daya mengatasi perbedaan-perbedaan pendapat dan kepentingan di antara para warganya;
  • Masyarakat sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi ke dalam suatu bentuk keseimbangan dinamis (dynamic equilibrium)

Selengkapnya: PB-04 Struktural Fungsional dan Perubahan Sosial

Tugas ke-6 MPS: PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Sasaran Praktikum:

  1. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami mengenai “rumusan masalah penelitian”;
  2. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami landasan yang diperlukan untuk dan proses merumuskan masalah penelitian; dan
  3. Agar mahasiswa mampu merumuskan masalah penelitian dengan baik, benar, dan jelas

Tujuan Praktikum:

  1. Menganalisis dan membahas “rumusan masalah penelitian”;
  2. Merumuskan masalah penelitian: “latar belakang”; “perumusan masalah”; dan “tujuan penelitian”.
  3. Menelaah dan mengomentari secara tertulis “rumusan masalah penelitian”

Proses Praktikum

Persiapan

  1. Kelompok Kecil (KK) mahasiswa menganalisis “rumusan masalah” (latar belakang; perumusan masalahah; dan tujuan penelitian) dari tulisan skripsi dan thesis sesuai dengan thema yang telah ditetapkan antara lain: “Komunikasi”; “Perubahan Sosial”; “Gender”; “Pengembangan Masyarakat dan CSR; dan “Ekologi Manusia”dengan bahan bacaan yang telah disiapkan (BAHAN BACAAN BISA DIPEROLEH DI DOKIS).
  2. Analisis “rumusan masalah” meliputi: (1) apa alasan-alasan normatif dan kebijakan (regulasi); empiris dari berbagai sumber data sekunder; dan konsep atau teori yang menunjukkan suatu kecenderungan, perbedaan, pertentangan, dan perdebatan yang dipaparkan dalam “latar belakang” dan (2) bagaimana keterkaitan antara general research question dan specific research questions atau diantara specific research questions;
  3. Hasil analisis “rumusan masalah penelitian” dipaparkan dalam suatu matriks seperti berikut ini.

No

Analisis

Skripsi

Thesis

1.

Normatif-Kebijakan-Regulasi

2.

Empiris

3.

Konsep-Teori

4.

Keterkaitan antara GRQ-SRQs

5.

Keterkaitan diantara SRQs

Matriks dikirim melalui email kepada Dosen Praktikum pada waktu yang telah ditetapkan;

Secara individu mahasiswa menulis “rumusan masalah penelitian” dalam Bab Pendahuluan yang meliputi: “Latar Belakang”; “Perumusan Masalah”; dan “Tujuan Penelitian”. Continue reading

Tugas Praktikum Ke-4 MK. Pengembangan Masyarakat

Topik: Pemberdayaan Komunitas dan Partisipasi Stakeholder

TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM BERLANGSUNG

A. TUGAS

  1. Tugas praktikum ini adalah tugas individu.
  2. Tugas praktikum adalah mencatat materi kuliah topik 5 dengan mencermati poin-poin dan ilustrasi penting yang disampaikan oleh dosen dan menuliskannya secara lengkap dan jelas.
  3. Tugas praktikum ini dikumpulkan setelah praktikum berakhir.

B. BAHAN

Materi kuliah topik 5 : Pemberdayaan Komunitas dan Partisipasi Stakeholder

C. FORMAT PENULISAN

  1. Tugas ditulis pada kertas folio bergaris.
  2. Format penulisan bebas sesuai dengan kreativitas masing-masing praktikan. Continue reading

CSR dan Pembangunan Berkelanjutan

[Mahmudi SiwiFEMA IPB – Bogor]. Corporate Social Responsibility (CSR) yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai tanggungjawab sosial perusahaan memiliki berbagai definisi dan dimensi. Mengenai definisi dan dimensi CSR dapat dilihat pada artikel saya sebelumnya. Pada kali ini saya ingin membahas hubungan CSR dengan pembangunan berkelanjutan.

Jika mengamati perkembangan CSR maka kita akan mengetahui bahwa lahirnya CSR merupakan kritik terhadap pengelolaan bisnis perusahaan yang sangat “tamak” sehingga tidak memperdulikan aspek keberlanjutan. Dorongan untuk menjaga sumberdaya alam agar tetap berkelanjutan merupakan inti dari penerapan CSR. Continue reading

« Older posts